Michael Peter, Presiden Siemens Mobility, baru-baru ini menyatakan dalam wawancara dengan Polish Press Agency bahwa pasar Eropa memiliki permintaan terbatas terhadap kereta berbasis hidrogen, sementara di Amerika Serikat, karena rendahnya tingkat elektrifikasi jalur kereta api, hidrogen dapat memiliki potensi pasar yang lebih besar.
Peter menekankan bahwa baterai saat ini merupakan pilihan terbaik untuk kereta api di Eropa. Sekitar 60% jalur kereta api di Polandia dan Jerman sudah menggunakan listrik. Kereta listrik bertenaga baterai buatan Siemens, seperti Mireo Plus B, dapat menempuh jarak hingga 150 kilometer tanpa kabel atas. Beroperasi layaknya kendaraan hibrida, kereta ini dapat memulai perjalanan dengan tenaga dari kabel atas, mengisi ulang baterainya selama perjalanan, lalu melintasi bagian jalur yang tidak dialiri listrik. Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi energi: baterai empat kali lebih efisien dibandingkan hidrogen. Kereta berbahan bakar hidrogen memerlukan listrik untuk memproduksi hidrogen, yang kemudian dikonversi kembali menjadi listrik melalui sel bahan bakar—suatu proses yang mengakibatkan kehilangan energi sekitar 75%, sedangkan baterai tidak mengalami kerugian semacam itu.

Ia menekankan bahwa propulsi hidrogen di Eropa hanya cocok untuk skenario tertentu dengan jalur yang benar-benar tidak terlistrik. Meskipun patut diapresiasi bahwa Eropa sedang menguji beragam teknologi, secara praktik teknologi baterai tetap lebih efisien.
Dari perspektif biaya, total biaya siklus hidup kereta terbagi rata antara akuisisi, konsumsi energi, dan pemeliharaan. Biaya energi propulsi hidrogen empat kali lebih tinggi daripada baterai, yang akan menggandakan keseluruhan biaya operasional dan pada akhirnya menyebabkan kenaikan harga tiket secara signifikan.

Sebaliknya, dengan hanya 3% jalur kereta apinya yang menggunakan listrik, Amerika Serikat mungkin menemukan propulsi hidrogen lebih hemat biaya untuk jalur barang atau daerah terpencil. Portofolio produk saat ini dari Siemens mencakup Mireo Plus H yang berbahan bakar hidrogen dan dua model kereta listrik baterai. Fokus strategis perusahaan adalah mengembangkan kereta berkeefisiensi tinggi berbasis platform aluminium ringan, yang mengintegrasikan modul baterai dan hidrogen, sehingga memungkinkan operator memilih sistem propulsi sesuai kebutuhan mereka.